Kamis, 04 Oktober 2012 - 17:06:39 WIB
Linmas Memiliki Peran dan Fungsi Yang Srategis
Diposting oleh : harianpagipapua
Kategori: Seputar Tolikara - Dibaca: 1119 kali

KARUBAGA-Pelatihan dasar perlindungan masyarakat (Latdas Linmas) yang di selenggarakan badan kesatuan bangsa, politik dan limnas Provinsi Papua di Kabupaten Tolikara kemarin di buka resmi pelaksanaannya oleh Gubernur papua yang di wakili wakil Bupati Amos Yikwa, SP.,M.Si di Karubaga.
Gubernur Provinsi Papua dalam sambutan tertulis yang di bacakan Wakil Bupati Amos Yikwa, SP.,M.Si mengatakan perkembangan Linmas dari tahun ke tahun sejak lepas dari nomenklatur pertahanan sipil (Hansip) merupakan komponen khusus dalam Sistem Pertahanan Negara dengan tugas pokok dan fungsi dalam menanggulangi akibat bencana alam, bencana ulah manusia serta bencana lainnya secara partisipatif untuk mengurangi timbulnya korban jiwa.
Menurut Wabup Amos, Perlindungan masyarakat memiliki peran dan fungsi yang sangat srategis dalam membantu aparat pemerintah dan aparat keamanan guna terwujudnya kepentingan umum dan ketentraman masyarakat serta penanggulangan bencana.
“Hal ini tidak lepas dari kemampuan dan kinerja kelembagaan Linmas yang positif dalam pengerahan potensi masyarakat dan tugas Linmas di kampung dan kelurahan merupakan unsur terdepan yang melaksanakan tugas sesuai fungsi, untuk itu satuan linmas perlu di bentuk di setiap kampung dengan anggota 10 orang atau dapat di sesuaikan dengan kondisi daerah,”ujarnya.
Wabup Amos mengharapkan masyarakat dapat membantu menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan, saling menghormati dan tidak saling bermusuhan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia dari Badan Kesbang Linmas provinsi Papua Fredrik M. Supit, SH dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakan pelatihan dasar Linmas untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan ketentraman masyarakat serta penanggulangan bencana baik yang diakibatkan oleh alam maupun ulah manusia.
“Hal ini dimaksud agar tersedianya personil yang memadai memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta menjadi motifator dalam pembentukan satuan tugas perlindungan masyarakat di kampung dan kelurahan. Pelatihan tersebut akan berlangsung selama 5 hari dan diikuti 40 peserta,”tandasnya. (day)



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)