Jumat, 05 Oktober 2012 - 09:20:24 WIB
P3W Jayapura Melakukan Pelatihan Bagi Mama-Mama PW
Diposting oleh : harianpagipapua
Kategori: Seputar Kota Wamena - Dibaca: 267 kali

WAMENA–Pusat Pembinaan dan Pelatihan Wanita (P3W) Gereja Kristen Injili (GKI) Jayapura Bidang III Pastoral Konseling dan Pelayanan dalam program penjematan buku kegiatan jemaat melakukan kegiatan pelatihan terhadap Persekutuan Wanita (PW) dari sembilan Jemaat di Klasis Balim, Rabu (3/10).
Penanggungjawab Kegiatan Pelatihan dalam program penjematan buku kegiatan jemaat P3W GKI Jayapura terhadap PW di Klasis GKI Balim Pdt. Merry,S.Th kepada Harian Pagi Papua di Gereja Oikumene Polres Jayawijaya, kemarin Mengatakan, kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk memberikan pandangan tentang penyusunan program kerja dan pengunaan buku pedoman kepada mama-mama (PW) untuk dapat mengembangkan diri dalam jemaat.
Selain memberikan pandangan tentang penyusunan program kerja dan pengunaan buku pedoman, mama-mama PW ini juga diberikan pelatihan tentang pembuatan kue, bunga dan ada beberapa hal lainya, pembuatan kue dan bunga ini juga memakai bahan-bahan lokal yang sangat sederhana tetapi dapat bermanfaat.
“Kami memberikan pelatihan kepada mama-mama untuk pengunaan buku penjematan buku kegiatan atau panduan, buku ini juga dipakai dalam ibadah-ibadah jemaat dan PW, tidak hanya itu kami juga memberikan pelatihan tentang pembuatan bunga liturgi, pemakaian buku pedoman dan penyusunan program,”jelasnya.
Merry juga menjelaskan, peserta yang ikut dalam pelatihan ini sebanyak 11 jemaat namun yang hadir dalam pelatihan tersebut hanya 9, tetapi dari sedikit yang hadir tidak menyurutkan semangat melainkan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Mereka sangat senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut, karena materi yang kami ajarkan untuk bagaimana menggunakan bahan-bahan lokal yang selama ini mereka anggap tidak bisa. Bahan-bahan lokal itu diantaranya pembuatan kue dari bahan lokal dan bunga dari bahan lokal yang sangat sederhana,”imbuhnya.
Merry menambahkan, selain kegiatan pelatihan tentang pedoman, program, pembuatan bunga dan kue, diajarkan juga pelatihan kepemimpinan, karena pemimpin bukan hanya laki-laki (pria) tetapi perempuan (wanita) juga bisa memimpin dari hal yang kecil sampai besar.
Merry mengharapkan, melalui kegiatan ini mama-mama PW yang menjadi perwakilan dari setiap jemaat ini bisa menjadi contoh untuk mama-mama yang ada di kampung-kampung. “Mama-mama PW ini tidak harus melakukan apa yang telah kami latih, tetapi setidaknya bisa melatih mama-mama yang ada dikampung-kampung dengan apa yang mereka terima saat ini,”harapnya.(cr- 05)



1 Komentar :

Huako
16 Oktober 2012 - 18:28:41 WIB

Memang mama-mama Papua belum disentuh dengan pelatihan-pelatihan khusus yang lebih pada bahan-bahan menta, sebenarnya mereka mampu untuk melakukan, namun belum ada yang memberikan masukan terhadap mereka untuk melakukanya. Perlu ada sentuhan langsung oleh pemerintah setempat untuk memberikan pelatihan-pelatihan khusus dalam menangani mama-mama tersebut untuk bisa mandiri mengolah bahan menta menjadi bahan jadi dari bahan-bahan yang ada disekitar mereka.......
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)