Minggu, 02 Desember 2012 - 14:57:09 WIB
BNN Kampanyekan P4GN Melalui Pagelaran Seni Budaya
Diposting oleh : harianpagipapua
Kategori: Daerah & Politik - Dibaca: 168 kali

SENTANI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura melakukan kampanye Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui pagelaran seni dan budaya, yang berlangsung di Balai Trans, Sentani, Sabtu (24/11) sore.
Pagelaran dibuka langsung Bupati Jayapura, Mathius Awoitau S.E, M.Si yang disaksikan ratusan pelajar, mahasiswa, tokoh adat, pemuda dan masyarakat dan unsur muspida yang memadati halaman balai Trans.
Sejumlah kesenian ditampilkan, mulai dari drama penangkapan waria yang mengedarkan narkoba ke kalangan pelajar, puisi tentang bahaya narkoba, tari-tarian, musik, ditambah iringan lagu dangdut yang membuat suasana semakin meriah hingga malam hari.
Kepala Tata Usaha BNN Kabupaten Jayapura, Arianto S.Pd, M.Pd mengatakan, pada kurun waktu 2005 – 2010 penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia menunjukan tren peningkatan.
Dimana, Indonesia yang awalnya menjadi tempat transit perdagangan gelap narkoba, kini berubah menjadi produsen dan pasar gelap narkoba. Yang lebih mengejutkan adalah adalah pengungkapan jalur baru sindikat narkoba melalui jalur Jayapura.
“Melalui pagelaran ini, kita ingin berkomunkasi dengan kalangan remaja,  mahasiswa dan pejalar bahwa narkoba adalah musuh kita bersama, penyalahgunaan narkoba harus kita diperangi, narkoba harus kita waspadai,” tegas Arianto.
Ditempat yang sama, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw S.E, M.Si meminta kepada BNN agar kesenian lokal serta cerita rakyat daerah ini bisa menjadi pintu masuk kampanye peredaran bahaya narkoba.
“Dari kesenian tradisisonal ini kita dapat menanamkan kesadaran bagaimana melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisi lokal. Selain itu, seni budaya ini bisa membangkitkan semangat nasionalisme, dan kreatifitas pelaku seni tradisional,” ungkap bupati.
Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan apresiasi kepada BNN yang terus menunjukan konsistensinya untuk mensosialisasikan pesan-pesan anti narkoba lewat advokasi, sosialisasi, dan diseminisasi informasi kepada seluruh elemen masyarakat.
Selain itu menurutnya, semua pihak patut bersyukur, karena baru BNN Kabupaten Jayapura yang memiliki gedung pertama di Papua yang diharapkan menjadi barometer dan indikator keberhasilan dalam melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Menyampaikan pesan narkoba kepada masyarakat tidak perlu dengan komunikasi kaku dan terkesan dipaksakan, namun dengan pendekatan budaya, menjadi alternative yang sangat bagus, dalam rangka mengkomunikasikan informasi tentang bahaya narkoba,” pungkasnnya. (cr-06/ecy)



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)